Oke, jadi ntah hari apa itu, kayaknya kmrn. gue disibukan dengan suatu keanehan. apa itu?
Gatal.
Muncul tiga spot tanjem lancip kayak upil di ujung pantat idung, sexy dan menggoda untuk di garuk dan di sentil. hayo jujur pada suka sentil upil kan? atau ditempeli di tembok dan dibawa meja?
Gue ngerasa aneh, karena spot itu nggak bisa gue korek2 alias diem disitu aja. Alhasil gue kesel dan berusaha gue sentil gue garuk gue copot gue tarik gue remes gue ludahin gue kasih gergaji. tetep aja kea biji. oke gue kesel, dan akhirnya gue blg ke sodara gue tentang bentol aneh ini.
"Dea, leher gue merah gak?" gue nanya serius sambil mamer leher gue yg mulus berbulu.
"Nggak, lo garuk cit?"
"Iya kenapa?" ~shock jangan-jangan bentolnya gede gitu lagi.
"Itu warnanya coklat! Lo garuk tai lalat!!"
-Hening-
Gue ga percaya, gue daritadi garuk tai lalat? dan gue sempat histeris,
"JANGAN JANGAN ITU KUTIL LAGI?"
leher gue langsung perih, yaiyalah dengan bodohnya gue berusaha ngecopot tahi lalat yang udah permanen. dan oke, gue malu. Jadi sampe hari ini pertanyaan yg ada diotak gue.
KAPAN TUH LEHER GUE DITAIIN TIGA TAHI LALAT?
DAN KAPAN TUHAN NYEDIAIN WC KHUSUS BUAT MEREKA?
UNTUNG KECIL, NGGAK MENCRET.
























