dilarang tidak "tertawa"

Tuesday, October 13, 2009

Antara aku, kau dan.....tahi lalat?

Guys, udah lama banget gue nggak ngeblog. blog gue juga udah sepi, gue liat kalian udah lebih milih sibuk dengan twitter, ngetweet berjuta-juta tweet,beratus ribu tweetpic sampe berpuluh-puluh tweetit <--- data error, there's no tweetit in internet, search it on some of human body.

Oke, jadi ntah hari apa itu, kayaknya kmrn. gue disibukan dengan suatu keanehan. apa itu?
Gatal.

Muncul tiga spot tanjem lancip kayak upil di ujung pantat idung, sexy dan menggoda untuk di garuk dan di sentil. hayo jujur pada suka sentil upil kan? atau ditempeli di tembok dan dibawa meja? 

Gue ngerasa aneh, karena spot itu nggak bisa gue korek2 alias diem disitu aja. Alhasil gue kesel dan berusaha gue sentil gue garuk gue copot gue tarik gue remes gue ludahin gue kasih gergaji. tetep aja kea biji. oke gue kesel, dan akhirnya gue blg ke sodara gue tentang bentol aneh ini. 

"Dea, leher gue merah gak?" gue nanya serius sambil mamer leher gue yg mulus berbulu.
"Nggak, lo garuk cit?" 
"Iya kenapa?" ~shock jangan-jangan bentolnya gede gitu lagi.
"Itu warnanya coklat! Lo garuk tai lalat!!" 
-Hening-

Gue ga percaya, gue daritadi garuk tai lalat? dan gue sempat histeris, 
"JANGAN JANGAN ITU KUTIL LAGI?"

leher gue langsung perih, yaiyalah dengan bodohnya gue berusaha ngecopot tahi lalat yang udah permanen. dan oke, gue malu. Jadi sampe hari ini pertanyaan yg ada diotak gue.

KAPAN TUH LEHER GUE DITAIIN TIGA TAHI LALAT?
DAN KAPAN TUHAN NYEDIAIN WC KHUSUS BUAT MEREKA?
UNTUNG KECIL, NGGAK MENCRET.

Wednesday, September 23, 2009

I WANT MY YAYU BACK!

Ku-pandangi kota jakarta sepanjang lebaran
dimana jalan lancar tiada kemacetan
tapi hidupku bagaikan hutan
sengsara dan berantakan

Mbak...kembalilah
jangan bacok aku dengan galah
aku berjanji aku akan mengalah
dan belajar mencuci hingga lelah

Mbak...cepat pulang
akibat panas kulitku belang
ku tak sanggup hidup malang
disuruh cuci hingga petang

Mbak..cepat pulang
bajuku hanya sisa kutang
aku hanya makan kentang
masak nasi tak kunjung matang

Mbak..aku rindu
dibuatkan segelas madu
dimarahi hinga malu
kau tempat mulut beradu
tapi kini aku jadi babu
hingga nanti hari rabu..

Mbak..
aku janji bila kau datang kubelikan rujak
kuhadiahkan milyaran kertas minyak
kuberikan sekantong gorengan banyak

dari lubuk hati paling dalam agar datangnya mbak yayu kembali
karena lelah menjalani derita ini..